Balikuhai Kue Waffle Khas Barabai

Barabai adalah salah satu kota yang dikenal dengan kuliner yang bernama kue Apam. Akan tetapi, perlu juga diketahui bahwa selain apam, ada satu lagi kue yang sebenarnya menjadi kue yang khas di kota berjuluk Parisj Van Borneo tersebut. Nama kue tersebut adalah Balikuhai.

Sekilas kue ini bentuknya mirip dengan Waffle yang dijual di restoran-restoran. Namun, Balikuhai bukanlah waffle, dan ini adalah kue khas Barabai yang dimasak dengan cara dipanggang di cetakan kayu berbentuk kotak-kotak, sehingga jika telah masak bentuknya pun tidak jauh berbeda dengan waffle. Rasanya manis, renyah dan juga nikmat.

BalikuhayResep kue Balikuhai sendiri ditemukan oleh seorang wanita yang bertempat tinggal di Pantai Hambawang kecamatan Labuan Amas Selatan bernama Nini Inggi. Berkat kreatifitas beliau lah Kue Balikuhai bisa dikenal masyarakat hingga sekarang. Saat ini Nini Inggi telah lama berpulang ke Rahmatullah dan resepnya diwariskan secara turun temurun kepada ahli waris beliau dan tidak diberikan kepada orang selain keluarga. Tidak heran kalau kue Balikuhai tidak akan dibuat oleh orang lain selain keturunan oleh Nini Inggi.

Saat ini yang mewariskan resep kue Balikuhai dan berjualan kue tersebut adalah ibu Rohanah yang masih memiliki garis keturunan dari Nini Inggi. Beliaulah satu-satunya penjual kue Balikuhai yang ada di Barabai. Biasanya beliau memulai pengolahan kue Balikuhai dari jam 4 subuh dan kemudian adonan yang telah jadi tersebut dibawa ke pasar Keramat Barabai untuk kemudian dimasak dan dijual selagi masih hangat.

Inilah yang menjadi khas dari kue yang berbahan dasar tepung, telur, santan dan juga gula merah tersebut. Karena sang pembeli harus terlebih dahulu menunggu dan antre untuk dapat merasakan lezatnya kue Balikuhai tersebut.

Bagi anda yang merasa penasaran dengan kue Balikuhai tersebut, bisa langsung datang ke lapak dimana Ibu Rohani yang ada di Pasar Subuh Keramat Barabai, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Di hari-hari biasa, ibu Rohani memulai berjualan kue Balikuhai setelah sholat Subuh hingga tengah hari atau bisa lebih cepat tutup jika bahan kue Balikuhai telah habis. Admin juga mendapatkan informasi kalau Ibu Rohani juga berjualan kue Balikuhai di Car Free Day Dwi Warna Barabai pada hari Minggu.

Harga yang ditawarkan untuk Waday Balikuhai sendiri terbilang sangat murah. Meskipun langka ditemukan tidak lantas membuat sang penjual meninggikan harganya. Pasalnya untuk 10 potong kue Balikuhai hanya dihargai Rp. 10 ribu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *