Mengenal Tokoh Wali Katum yang Makamnya Ada di Tabudarat Kec. Labuan Amas Selatan

Salah satu makam yang memiliki karamat atau dalam bahasa Banjar disebut kubur bakaramat adalah makam Wali Katum. Dimana makam beliau juga sering kali ramai dikunjungi oleh para peziarah Islam yang datang. Meski demikian, memang belum banyak yang mengetahui mengenai siapa sebenarnya Wali Katum tersebut. Oleh sebab itu, dalam edisi kali ini, secara khusus Barabai.ID menyampaikanya untuk anda. Berikut beberapa sejarah mengenai kisah Wali Katum semasa hidupnya.

Wali Katum merupakan sosok pria pribumi yang tinggal di Tabudarat kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Nama asli Wali Katum adalah Muhammad Ramli bin Katutut. Pada masa kecil, beliau dikenal dengan nama Artum Ali. Semasa hidupnya dilalui olehnya dengan hanya mengabdi dan beribadah kepada Allah SWT tanpa sedikit pun berusaha atau bekerja.

Dimana dalam sejarahnya disebutkan kalau memang ada makanan maka beliau akan makan, namun jika tidak ada maka dipastikan beliau akan berpuasa. Meski dalam kondisi yang kesulitan tersebut, Wali Katum tidak pernah merasa sedih dan pilu atau bahkan menjadi peminta-minta serta menyusahkan orang lain. Selain itu, kebiasaan beliau adalah berhalwat atau berhaluat alias menyendiri atau menutup dari dari orang banyak. Oleh karena kebiasaan beliau inilah, akhirnya tidak banyak kegiatan dan cerita yang bisa didapatkan oleh masyarakat sekitar mengenai beliau. Namun, di masyarakat beliau hanya dikenal sebagai Wali Katum.

Nama Katum sendiri merupakan nama yang diambil dari Bahasa Arab. Dimana Katum sendiri berarti sembuyi. Salah satu kebiasaan Wali Katum adalah apabila beliau bepergian keluar rumah, maka dirinya akan selalu membawa sebuah Al Quran yang kemudian akan dibaca olehnya ketika beliau sedang berhenti atau sedang beristirahat. Al Quran yang selalu menemani perjalanan Wali Katum ini pun pada akhirnya tidak lagi berbentuk layaknya Al Quran pada umumnya yakni berbentuk persegi. Al Quran Wali Katum pun berbentuk lonjong karena pada ujung-ujung sisinya telah aus terkikis karena memang sangat sering dibuka dan digunakan untuk dibaca.

Pada akhirnya beliau pun wafat pada tanggal 24 Juni 1982 M yang bertepatan dengan hari ke 29 Sya’ban 1402 H kala itu dimana beliau berusia 70 tahun. Anda yang berziarah ke makam Wali Katum nantinya akan menemukan tiga buah makam. Dimana makam tersebut antara lain adalah makam dari :

  1. Wali Katum
  2. Isteri Wali Katum yang bernama Shaimah binti Manshur
  3. Anak Wali Katum yang bernama Siti Aisyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *