Sejarah Asal Nama Kota Barabai

Barabai seperti yang telah kita ketahui bersama merupakan ibukota dari salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yakni Hulu Sungai Tengah. Namun, pernahkah anda berfikir bagaimana asal nama Barabai itu sendiri ditemukan. Dalam tulisan kali ini, admin ingin memberitahukan sekilas tentang penamaan Barabai itu sendiri. Berikut uraiannya.

Sekolah Rakyat di Era Kolonial Belanda yang Ada di Barabai

Sekolah Rakyat di Era Kolonial Belanda yang Ada di Barabai

Pada permulaannya, daerah yang disebut dengan nama Barabai adalah salah satu perkampungan yang saat ini disebut dengan Kampung Qadi letaknya adalah di Kelurahan Barabai Darat. Dan Barabai itu sendiri merupakan nama yang diberikan oleh pemerintah Kolonial Belanda untuk menyebut sebuah daerah  Onderafdeling Batang Alai. Perlu diketahui juga kalau nama itu juga berasal dari keberadaan sungai yang mengalir melintasi daerah tersebut.

Sebelumnya, daerah aliran sungai di bagian hilir  Pajukungan atau yang lebih tepatnya adalah Durian Gantang lebih dikenal dengan nama Tabat Baru. Penamaan itu juga tidak luput dari sejarah, dimana sebelumnya Pangeran Singa Terbang yang berasal dari Amuntai atau Hulu Sungai Utara pernah memberikan perintah untuk menutup daerah tersebut dengan cara menutup aliran sungai. Perintah ini beliau lakukan karena daerah Tanjung dan juga Hulu Sungai Utara sudah jatuh ke tangan Belanda setelah sebelumnya pecah sebuah perang yang dinamakan dengan Perang Banjar.

Dan maksud dari Pangeran Singa Terbang menutup aliran air sungai Barabai yang berada di hilir Pajukungan tersebut bertujuan agar Barabai (sebelumnya belum dinamakan Barabai) aman. Oleh sebabnya, aliran sungai yang berada di Durian Gantang atau lebih tepat dinamakan dengan Asam Hurang tersebut kemudian ditutup oleh masyarakat sekitar secara bergotong royong. Selain menutup aliran air yang mengalir ke daerah Negara tersebut, para warga juga menebang pohon-pohon besar agar pihak Belanda menjadi terhalang langkahnya untuk menguasai daerah ini.

Dalam bahasa Banjar sendiri, pohon-pohon yang menutup daerah sungai ini disebut dengan nama Raba (ratik). Karena perahu-perahu yang digunakan oleh Belanda untuk menuju daerah Barabai tertutup ‘Raba’ tersebut maka, Belanda pun memutuskan untuk menghentikan perjalanan mereka menuju Barabai. Dan disaat perahu Belanda terdampar di sungai yang penuh timbunan Raba (Baraba) maka kesempatan tersebut digunakan oleh masyarakat yang kemudian memutuskan untuk menyerang para tentara Belanda sekaligus mengambil segala senjata yang dimiliki oleh para tentara Belanda kala itu. Oleh karena kejadian inilah, pihak Belanda kemudian mengetahui kalau masyarakat Barabai memiliki keahlian ketika bertempur di daerah air atau sungai.

Dalam kondisi diserang itulah, kemudian para tentara Belanda sering mendengar ucapan atau suara masyarakat yang menyebutkan “Ba-Ra-Ba-Ai” yang berarti banyak sampah atau banyak raba/ratik. Ucapan masyarakat itulah yang kemudian dijadikan nama lokasi dimana para tentara Belanda tersebut terjebak dalam sebuah laporan mereka. Dan atas ini pula lah, nama Barabai menjadi nama kota yang indah dan bersih hingga saat ini, tanpa adanya kata yang menjadi kata awal dari kota kecil ini, yakni Raba alias ratik atau Sampah.

Tags:

Rate this article!

Sejarah Asal Nama Kota Barabai,3.83 / 5 ( 12votes )
author

Author: 

Ulun neh kada lain kada bukan adalah anak nang bangaran Yazid Fahmi. Disa kalahiran ulun Gayaba. Mun kada tahu di Gayaba cobai ae andika mamakai acil gugil. Lamun kadada jua, baikhtiar ae balalah ka Disa Limpasu, Disana banyak haja nang tahu lawan Gayaba, mun lawan Yazid ada dua talu nang bangaran Yazid disana. Nitu haja dahulu panganalan diri ulun niya mun handak tahu ulun minta pin BB atau Nomor Hapi pian ae. hehehe

Related Posts

3 Responses

Leave a Reply